Gejala Kelahiran Prematur

Gejala kelahiran prematur hampir serupa dengan gejala atau tanda mau melahirkan. Untuk memastikan gejala tersebut tidak membahayakan ibu hamil dan janin, maka ibu hamil dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau berkunjung ke rumah sakit terdekat. Gejalanya sebagai berikut:

  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Kontraksi setiap 10 menit.
  • Kram di perut bagian bawah.
  • Keluar cairan dan lendir dari vagina yang semakin banyak.
  • Perdarahan vagina.
  • Tekanan di bagian panggul dan vagina.
  • Mual, muntah, hingga diare.

Diagnosis Kelahiran Prematur

Sebagai langkah awal menanggapi tanda-tanda kelahiran prematur, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan ibu hamil, serta memeriksa kondisi fisik ibu hamil dan janin saat ini. Dokter kandungan juga akan melakukan tindakan pemeriksaan dalam vagina untuk memeriksa kondisi serviks dan mendeteksi kemungkinan serviks telah mengalami pembukaan.

Selanjutnya, dokter akan mengukur frekuensi, durasi, dan kekuatan kontraksi dengan menggunakan alat CTG (cardiotocography). Melalui alat ini, dokter juga dapat memantau denyut jantung janin.

Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu:

  • USG dari vagina, untuk mengukur panjang serviks dan kondisi rahim.
  • Pemeriksaan lendir serviks, untuk memeriksa protein yang dinamakan fetal fibronectin, yaitu protein yang dilepaskan ketika terjadi infeksi atau gangguan pada jaringan rahim.
  • Tes usap vagina (vaginal swab), untuk memeriksa dan mendeteksi keberadaan bakteri penyebab infeksi, bila dicurigai terdapat infeksi.