SARIAWAN

Stomatitis aphtosa atau sariawan adalah luka atau peradangan di bibir dan dalam mulut yang dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Sariawan sering kali dianggap sepele, namun dapat mengganggu saat penderita sedang makan, minum, atau berbicara. 

Ciri-Ciri Sariawan

Sariawan bisa muncul di bagian mana pun di dalam mulut, mulai dari lidah, bibir, pipi bagian dalam, hingga gusi. Sariawan bisa berbentuk oval atau bulat, berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna merah, dan memiliki ukuran serta jumlah yang bervariasi. Sariawan biasanya dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu.

Biasanya, 1–2 hari sebelum sariawan muncul, ada sensasi kesemutan atau terbakar di area bibir atau mulut. Setelah itu, akan muncul kemerahan dan luka yang terasa nyeri dan kadang bisa membengkak.

Jumlah sariawan yang muncul bisa hanya satu atau lebih dari satu. Tempat kemunculannya bisa di semua area bibir dan mulut, termasuk gusi, lidah, bagian dalam pipi, bagian bawah lidah, langit-langit mulut, dan bagian belakang tenggorokan.

Luka sariawan bisa berwarna putih atau kuning dengan bagian tepi berwarna merah. Terkadang sariawan dapat disertai dengan nyeri dan bengkak pada gusi.

Sariawan biasanya akan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, terutama saat bicara, makan, minum, atau menggosok gigi.

Berdasarkan ukurannya, luka sariawan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Sariawan minor
    Sariawan minor memiliki diameter kurang dari 1 cm. Sariawan jenis ini merupakan jenis yang paling sering terjadi. Biasanya, sariawan ini sembuh dalam waktu 7–14 hari tanpa meninggalkan bekas.
  • Sariawan mayor
    Sariawan mayor memiliki diameter yang lebih besar, biasanya sekitar 2–3 cm. Sariawan mayor dapat tumbuh di belakang tenggorokan, langit-langit mulut, atau lidah. Sariawan jenis ini akan menimbulkan rasa nyeri. Biasanya, dibutuhkan 6 minggu hingga beberapa bulan sampai sariawan mayor sembuh.
  • Sariawan herpetiformis
    Sariawan herpetiformis merupakan jenis sariawan yang jarang terjadi. Sariawan jenis ini akan muncul berkelompok, dan diameter tiap lukanya hanya 1–2 mm.
    Sariawan jenis ini bisa muncul di semua area mulut, termasuk lidah, langit-langit, bagian dalam bibir, bagian dalam pipi, dan di bawah lidah.

Kapan Harus ke Dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika sariawan tidak kunjung sembuh setelah 3 minggu atau sariawan semakin sering kambuh, terlebih jika ada demam dan nyeri yang semakin berat.

Anda juga disarankan untuk kontrol rutin ke dokter jika memiliki penyakit atau kondisi medis yang dapat memicu munculnya sariawan, seperti penyakit autoimun.

Sariawan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa kondisi berikut:

Cedera

Sariawan dapat disebabkan oleh cedera pada bibir dan mulut. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera tersebut adalah:

  • Menggunakan gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas
  • Menyikat gigi yang terlalu keras
  • Kebiasaan menggigit mulut, lidah, atau bibir
  • Mengunyah makanan yang keras ataupun bersuhu terlalu panas
  • Memakai odol/pasta gigi yang mengandung sodium laureth sulfate (SLS)
  • Memiliki gangguan pada struktur gigi, misalnya memiliki gigi yang tajam

Infeksi

Selain disebabkan oleh cedera, sariawan di mulut juga bisa disebabkan oleh penyakit infeksi, seperti:

  • Infeksi virus, seperti flu Singapura (hand-foot-and-mouth disease)
  • Infeksi jamur, seperti kandidiasis oral
  • Infeksi bakteri, termasuk infeksi Streptococcus

Penyakit autoimun

Sariawan juga dapat muncul saat seseorang mengalami penyakit autoimun, seperti lupuslichen planus, penyakit Bechet, dan pemfigus vulgaris.

Kondisi Medis Lain

Selain kondisi yang disebutkan di atas, sariawan dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Iritasi akibat mengonsumsi makanan yang terlalu pedas
  • Perubahan hormon, misalnya saat menstruasi atau hamil
  • Efek samping pengobatan, contohnya kemoterapi, radioterapi, obat antibiotik, obat kortikosteroid, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin B1, B2, B6, B12, zat besi, dan zinc
  • Stres yang tidak terkelola dengan baik sehingga mengabaikan perawatan dan kebersihan diri, termasuk kebersihan gigi dan mulut

Diagnosis Sariawan

Dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat sariawan pada mulut pasien.

Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis sariawan. Namun, jika diperlukan, dokter bisa meminta pasien untuk melakukan tes darah atau tes antibodi untuk mencari tahu penyebab yang mendasari sariawan.